Tebu Keprasan Ratoon: Perawatan Setelah Kepras dan Kapan Dibongkar

Tunas tebu keprasan tumbuh dari tunggul di lahan petani

Tebu Keprasan (Ratoon): Perawatan dan Produktivitas

Tebangan terakhir musim giling baru selesai, dan tunggul tebu masih berjajar di petak. Banyak petani bertanya, apakah tunggul itu dibiarkan tumbuh lagi? Tebu keprasan ratoon adalah tanaman yang tumbuh dari tunas tunggul setelah tebu ditebang.

Artikel ini membahas waktu kepras, perawatan setelahnya, dan batas berapa kali tebu boleh dikepras. Angka teknis kami rujuk dari peraturan Kementerian Pertanian.

Apa Bedanya Tebu Keprasan dengan Tebu Tanam Baru?

Tebu tanam baru, sering disebut plant cane, tumbuh dari bibit yang ditanam di lahan yang sudah diolah. Tebu keprasan tumbuh dari tunas pada tunggul tebangan sebelumnya.

Karena tidak membeli bibit baru, petani bisa menekan biaya tanam. Sebuah kajian pada petani di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang (Jurnal Buana Sains, 2026), menyimpulkan keprasan lebih hemat jangka pendek. Alasannya, petani tidak membeli bibit dan tidak mengolah tanah secara berat.

Namun hemat biaya bukan berarti tanpa risiko. Hasil keprasan bisa menurun bila perawatannya longgar. Pemilihan bibit tanam baru yang baik tetap penting, dan pembahasannya ada di artikel tips memilih bibit pertanian.

Dasar budidaya tebu secara umum dapat dibaca di serba serbi budidaya tanaman tebu. Ragam varietas dibahas di jenis tebu.

Kapan dan Bagaimana Tebu Dikepras?

Tunggul tebu setelah tebang yang siap dikepras di lahan petani
Tunggul tebu setelah tebang siap dikepras (Ilustrasi)

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 53 Tahun 2015 menjelaskan pedoman budidaya tebu. Dokumen itu menyebut kepras manual dilakukan paling lambat satu minggu setelah tebang. Satu petak tebang seluas 2 hektare sebaiknya selesai dalam 7 hari.

Untuk cara mekanis, kepras juga dilakukan paling lambat 7 hari setelah tebang. Jika memakai chopper harvester, tebangan sudah rata tanah. Dalam kondisi itu pengeprasan tidak diperlukan lagi.

Peraturan tersebut tidak menetapkan tinggi tunggul khusus untuk kepras. Tinggi tunggul yang tepat sebaiknya ditanyakan kepada penyuluh atau pabrik gula mitra.

Peraturan itu juga menyarankan agar lahan yang terserang luka api berat tidak dikepras. Informasi hama dan penyakit tanaman dapat dibaca di sekolah lapang pengendalian hama terpadu petani.

Perawatan Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Kepras?

Menurut peraturan yang sama, perawatan keprasan berjalan berurutan dan terikat waktu.

  • Putus akar dilakukan paling lambat satu minggu setelah kepras.
  • Pupuk pertama diberikan paling lambat satu minggu setelah putus akar.
  • Dosis nitrogen lebih banyak 20 sampai 25 persen dibanding tebu tanam baru.
  • Dosis pupuk lainnya sama dengan tebu tanam baru.
  • Penyulaman dilakukan pada umur 4 sampai 5 minggu dengan varietas dan umur yang sama.
  • Gulma kedua dikendalikan secara manual pada umur 3 sampai 3,5 bulan.

Pada pemupukan manual, sepertiga dosis nitrogen dan seluruh dosis fosfat diberikan pada salah satu alur. Sisa nitrogen diberikan pada tahap berikutnya sesuai anjuran setempat.

Untuk cara mekanis, peraturan menyebut penggemburan dengan terratyne pada umur 1 sampai 1,5 bulan. Pupuk kedua diberikan pada umur 2 sampai 2,5 bulan. Subsoiler dipakai pada umur 2,5 sampai 3 bulan, dan guludan tidak dikerjakan.

Pembumbunan dengan sistem Reynoso dilakukan dua kali. Pertama pada umur 1 sampai 1,5 bulan, lalu pada umur 2,5 sampai 3 bulan setelah kepras. Guludan dibuat pada umur 4 sampai 5 bulan.

Dokumen itu tidak memberi jadwal pengairan khusus untuk keprasan. Pengairan mengikuti kebutuhan tanaman dengan prinsip hemat air.

Catat tanggal tebang, kepras, putus akar, dan pupuk pertama pada buku lahan. Catatan itu membantu menilai apakah jadwal terlambat ketika hasil menurun.

Bagaimana Memilih Pupuk untuk Tebu Keprasan?

Petani memberi pupuk di alur tanaman tebu keprasan yang baru bertunas
Petani memupuk tebu keprasan yang baru bertunas (Ilustrasi)

Jenis dan dosis pupuk bergantung pada kondisi tanah dan varietas. Karena itu kami tidak menetapkan angka tunggal untuk semua lahan.

Prinsip dari peraturan tadi cukup jelas. Nitrogen perlu lebih banyak, sementara dosis unsur lain sama dengan tebu tanam baru. Penulis kajian di Bantur juga menyarankan pengelolaan nitrogen yang lebih intensif pada keprasan.

Bahan organik dapat melengkapi pupuk kimia. Pembahasan umumnya ada di artikel pupuk kompos organik. Pendekatan jangka panjang dibahas di pertanian berkelanjutan.

Berapa Kali Tebu Boleh Dikepras?

Lahan tebu keprasan berdampingan dengan lahan yang baru dibongkar untuk tanam ulang
Lahan keprasan dan lahan bongkar ratoon bersisian (Ilustrasi)

Peraturan Menteri Pertanian tadi menyebut bongkar ratoon dilakukan setelah tebu dikepras lebih dari 3 kali. Pembongkaran juga bisa lebih awal bila secara ekonomis sudah tidak menguntungkan.

Bongkar ratoon berarti akar lama dibersihkan, tanah diolah, lalu bibit baru ditanam. Kajian di Bantur mencatat petani sering mengepras lebih dari 5 kali. Mereka menerima penurunan hasil secara bertahap demi menghindari utang.

Penulis kajian itu menegaskan bongkar ratoon tetap diperlukan secara berkala agar produktivitas dan rendemen terjaga. Angka perbandingan dari kajian tersebut kami tidak kutip karena datanya perlu dicek lagi.

Untuk memahami hubungan hasil panen dan rendemen, baca produktivitas dan rendemen tebu.

Bagaimana KAN Jabung Mendampingi Petani Tebu?

KAN Jabung (Koperasi Agro Niaga Jabung) berdiri tahun 1979 dengan usaha tebu rakyat dan penyediaan sarana produksi pertanian. Pada tahun 2024 tercatat 95 anggota petani tebu rakyat.

Data khusus tentang keprasan di anggota kami belum tersedia dalam bentuk yang bisa dipublikasikan. Petani anggota dapat menanyakan jadwal dan pendampingan kepada bisnis tebu KAN Jabung.

Informasi pembiayaan tersedia di sosialisasi pembiayaan petani tebu. Kerja sama dengan petani desa dapat dilihat di kerja sama petani tebu Desa Kidal.


Pertanyaan Seputar Tebu Keprasan Ratoon

Apa itu tebu keprasan ratoon?

Tanaman tebu yang tumbuh dari tunas tunggul setelah tebu sebelumnya ditebang.

Kapan tebu harus dikepras?

Menurut Permentan 53 Tahun 2015, paling lambat satu minggu setelah tebang untuk cara manual.

Apakah dosis pupuk keprasan berbeda?

Ya. Nitrogen ditambah 20 sampai 25 persen dibanding tebu tanam baru, sedangkan dosis pupuk lain sama.

Berapa kali tebu boleh dikepras?

Peraturan menyarankan bongkar ratoon setelah lebih dari 3 kali kepras, atau lebih awal bila tidak menguntungkan.

Apa itu bongkar ratoon?

Pembongkaran tunggul lama, pengolahan tanah, lalu penanaman bibit baru.

Apakah keprasan lebih hemat daripada tanam baru?

Menurut satu kajian di Malang, ya dalam jangka pendek, tetapi bongkar ratoon tetap perlu berkala.


Keprasan Terawat, Hasil Terjaga

Tunggul yang dirawat tepat waktu memberi peluang panen berikutnya. Hasil tebu kemudian dapat diolah, termasuk menjadi gula merah tebu yang dijual melalui JABmart dan Hommart. Ulasan bisnisnya ada di bisnis gula merah tebu.

KAN Jabung juga menyediakan sarana produksi pertanian, termasuk pupuk, dan layanan keuangan syariah BMT Al Hijrah. Ingin berdiskusi? Hubungi kami di kanjabungsyariah@gmail.com atau telepon 0341 791227.


Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Categories
Newsletter

Selengkapnya untuk berita terbaru!