Susu UHT vs Pasteurisasi: Beda Prosesnya, Beda Juga Gizinya

perbedaan susu pasteurisasi UHT dan susu segar dalam satu gambar perbandingan

Perbedaan Susu Pasteurisasi, UHT, dan Susu Segar: Mana yang Lebih Baik?

Di supermarket, tiga jenis susu berjejer di rak yang sama. Susu segar dalam botol kaca di kulkas, JABMilk pasteurisasi dalam kemasan hijau, dan susu UHT dalam kotak karton yang tidak perlu didinginkan. Harganya beda, kemasannya beda, masa simpannya beda. Tapi banyak konsumen tidak tahu perbedaan mendasarnya.

Perbedaan susu pasteurisasi dan UHT bukan soal rasa atau merek semata. Keduanya melewati proses pemanasan yang berbeda, menghasilkan profil nutrisi dan karakteristik produk yang tidak sama. Sementara susu segar, tanpa perlakuan panas apapun, memiliki keunggulan dan risiko tersendiri.

Artikel ini menjelaskan perbedaan ketiganya dari sisi proses, nutrisi, masa simpan, dan keamanan pangan, serta membantu Anda memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Apa Perbedaan Proses Susu Pasteurisasi, UHT, dan Susu Segar?

proses pasteurisasi susu dan UHT perbedaan suhu dan waktu pemanasan
Proses pasteurisasi menggunakan suhu lebih rendah dibanding UHT untuk menjaga nutrisi (Ilustrasi)

Perbedaan paling mendasar antara ketiganya terletak pada perlakuan panas selama proses produksi.

Susu Segar (Raw Milk)

Susu segar adalah susu yang langsung diperah dari sapi tanpa perlakuan panas apapun. Susu ini mempertahankan seluruh komponen aslinya: enzim alami, bakteri baik, dan nutrisi dalam bentuk paling utuh. Dari pengalaman kami di KAN Jabung (Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Jawa Timur), susu segar yang baru diperah dari sapi sehat memiliki aroma dan rasa khas yang tidak dimiliki produk olahan manapun.

Namun susu segar juga mengandung bakteri alami, termasuk bakteri patogen yang berbahaya jika higienitas pemerahan tidak terjaga. Itulah mengapa susu segar harus segera didinginkan dan dikonsumsi dalam waktu singkat. Pelajari cara menyimpan susu segar agar tidak cepat basi untuk menjaga keamanannya.

Susu Pasteurisasi

Pasteurisasi memanaskan susu pada suhu 72 derajat Celsius selama 15 detik (metode HTST: High Temperature Short Time). Suhu ini cukup untuk membunuh bakteri patogen seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria, tanpa merusak sebagian besar nutrisi dan enzim alami susu.

KAN Jabung menggunakan metode ini untuk memproduksi JABMilk susu pasteurisasi dengan mesin berkapasitas 300 liter per jam. Susu bahan baku berasal dari 1.619 peternak anggota aktif yang memproduksi lebih dari 51.000 liter susu segar per hari. Proses pengolahan susu sapi perah yang pendek dan terkontrol menghasilkan produk dengan rasa lebih segar dibanding UHT.

Susu UHT (Ultra High Temperature)

UHT memanaskan susu pada suhu 135 sampai 140 derajat Celsius selama 2 sampai 5 detik. Suhu ekstrem ini membunuh semua mikroorganisme, termasuk spora bakteri, sehingga susu bisa disimpan hingga berbulan-bulan tanpa pendinginan sebelum dibuka.

Konsekuensinya, beberapa vitamin sensitif panas seperti vitamin B1, B6, B12, dan vitamin C mengalami kerusakan lebih besar dibanding pasteurisasi. Sebagian enzim alami susu juga tidak aktif setelah proses UHT.

Perbandingan Nutrisi: Susu Pasteurisasi vs UHT vs Susu Segar

perbandingan nutrisi susu pasteurisasi UHT dan susu segar kandungan protein kalsium
Kandungan nutrisi ketiga jenis susu berbeda akibat perbedaan proses pemanasan (Ilustrasi)
Aspek Nutrisi Susu Segar Susu Pasteurisasi Susu UHT
Protein Utuh Hampir utuh Sedikit terdenaturasi
Kalsium Utuh Utuh Utuh (mineral tahan panas)
Vitamin B kompleks Utuh Berkurang sedikit Berkurang lebih signifikan
Enzim alami Aktif penuh Sebagian aktif Tidak aktif
Probiotik alami Ada Berkurang Tidak ada
Rasa Paling segar, khas susu Segar, mendekati susu mentah Sedikit rasa “dimasak”

Perlu dicatat: perbedaan nutrisi antara pasteurisasi dan UHT dalam konsumsi harian tidak dramatis. Kalsium, yang menjadi alasan utama banyak orang minum susu, tetap utuh di ketiganya. Perbedaan terbesar ada di vitamin sensitif panas dan enzim alami, yang lebih terjaga di susu pasteurisasi.

Apakah Susu UHT Lebih Sedikit Gizinya?

Tidak sepenuhnya benar. UHT tetap menyediakan protein lengkap, kalsium, fosfor, dan lemak baik yang dibutuhkan tubuh. Yang berkurang adalah sebagian vitamin B dan enzim alami. Bagi konsumen yang minum susu terutama untuk kalsium dan protein, susu UHT tetap memadai.

Bagi yang menginginkan profil nutrisi paling utuh dengan keamanan terjamin, susu pasteurisasi adalah titik tengah terbaik antara susu segar (risikonya lebih tinggi tanpa refrigerasi ketat) dan UHT (nutrisi lebih banyak yang hilang).

Perbandingan Masa Simpan dan Keamanan Pangan

Aspek Susu Segar Susu Pasteurisasi Susu UHT
Masa simpan (belum dibuka) 1 sampai 3 hari (di kulkas) 7 sampai 14 hari (di kulkas) 3 sampai 12 bulan (suhu ruang)
Setelah dibuka Segera konsumsi 2 sampai 3 hari (di kulkas) 3 sampai 5 hari (di kulkas)
Butuh kulkas sebelum dibuka? Ya, wajib Ya, wajib Tidak (sebelum dibuka)
Risiko bakteri patogen Tinggi jika higienitas kurang Rendah (patogen dieliminasi) Sangat rendah (steril komersial)
Cocok untuk ibu hamil? Tidak dianjurkan (risiko Listeria) Ya, aman Ya, aman

Susu segar yang tidak melewati perlakuan panas membawa risiko nyata jika rantai dingin tidak terjaga. Kenali ciri-ciri susu basi sebelum mengonsumsi susu jenis apapun yang sudah dibuka.

Mana yang Lebih Baik untuk Keluarga?

JABMilk susu pasteurisasi KAN Jabung pilihan keluarga Indonesia
JABMilk susu pasteurisasi KAN Jabung — pilihan keluarga dengan rantai produksi transparan (Ilustrasi)

Jawabannya bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing keluarga. Tidak ada satu jenis susu yang mutlak terbaik untuk semua orang.

Pilih Susu Pasteurisasi Jika:

Anda menginginkan profil nutrisi paling dekat dengan susu segar, dengan keamanan pangan yang sudah terjamin. Susu pasteurisasi cocok untuk konsumsi harian keluarga yang memiliki akses kulkas dan tidak membutuhkan masa simpan panjang. Ini juga pilihan ideal jika Anda ingin tahu asal-usul susu yang dikonsumsi.

JABMilk susu pasteurisasi KAN Jabung diproduksi dari susu segar peternak anggota di Jabung, Malang, melewati proses pasteurisasi bersertifikat BPOM, Halal MUI, dan ISO 22000. Tersedia dalam kemasan 150ml (Rp5.000), 250ml (Rp10.000), dan 1000ml (Rp30.000) di gerai JABmart dan Hommart.

Pilih Susu UHT Jika:

Anda membutuhkan susu yang bisa disimpan lama tanpa kulkas, misalnya untuk perjalanan, stok darurat, atau distribusi ke daerah tanpa rantai dingin yang memadai. Susu UHT lebih praktis untuk situasi ini, meski profil nutrisinya sedikit di bawah pasteurisasi.

Pilih Susu Segar Jika:

Anda memiliki akses langsung ke sumber susu terpercaya dengan higienitas terjamin, bisa mengonsumsinya segera setelah diperah, dan memahami cara penyimpanan yang benar. Pahami juga tips merebus susu sapi murni agar tidak pecah jika ingin memanaskannya sendiri di rumah.

Bagaimana Cara Membedakan Susu Pasteurisasi dan UHT di Kemasan?

Cara paling mudah: baca label kemasan. Susu pasteurisasi selalu dicantumkan “Pasteurisasi” atau “Pasteurized” dan memiliki tanggal kedaluwarsa pendek (umumnya 7 sampai 14 hari dari tanggal produksi). Susu pasteurisasi selalu disimpan di kulkas sejak di toko.

Susu UHT tercantum “UHT” atau “Ultra High Temperature” di kemasan. Masa kedaluwarsanya jauh lebih panjang, 3 sampai 12 bulan. Susu UHT bisa disimpan di suhu ruang sebelum dibuka.

Bagi yang ingin memahami lebih dalam perbedaan spesifik antara fresh milk dan susu UHT, artikel perbedaan fresh milk dan susu UHT membahasnya secara lebih rinci.

Untuk produk fermentasi berbasis susu seperti yogurt, cara penyimpanannya berbeda lagi. Pelajari cara menyimpan yoghurt agar tahan lama agar kualitas probiotiknya tetap terjaga.

Membandingkan susu dari spesies berbeda? Artikel perbedaan susu kambing dan susu sapi bisa menjadi referensi tambahan.


Produk Susu KAN Jabung: Dari Kandang ke Kemasan yang Bisa Dilacak

KAN Jabung (Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Jawa Timur) memproduksi JABMilk sebagai produk susu pasteurisasi dengan rantai produksi yang transparan. Susu segar dikumpulkan dari 1.619 peternak anggota aktif setiap hari, didinginkan di 17 TPS berpendingin, lalu dipasteurisasi di fasilitas bersertifikat ISO 22000 dan BPOM.

JABMilk tersedia dalam varian rasa original, coklat, strawberry, dan melon. Selain susu pasteurisasi, KAN Jabung juga memproduksi Jab Yogurt sebagai produk fermentasi susu probiotik. Keduanya bisa ditemukan di 40 gerai JABmart dan 2 toko Hommart di Jawa Timur.

Untuk kemitraan distribusi atau pembelian dalam jumlah besar, hubungi KAN Jabung melalui email kanjabungsyariah@gmail.com atau telepon 0341-791227. Kantor pusat: Jl. Suropati 4-6 Kemantren, Jabung, Malang 65155.


Pertanyaan Umum tentang Perbedaan Susu Pasteurisasi, UHT, dan Susu Segar

Apa perbedaan susu pasteurisasi dan UHT?

Perbedaan utamanya ada di suhu dan waktu pemanasan. Pasteurisasi menggunakan suhu 72 derajat Celsius selama 15 detik, cukup untuk membunuh bakteri patogen tanpa merusak banyak nutrisi. UHT menggunakan suhu 135 sampai 140 derajat Celsius selama 2 sampai 5 detik, membunuh semua mikroorganisme sehingga susu bisa disimpan berbulan-bulan tanpa kulkas. Akibatnya, sebagian vitamin dan enzim alami lebih banyak rusak di UHT dibanding pasteurisasi.

Mana yang lebih sehat, susu pasteurisasi atau UHT?

Susu pasteurisasi mempertahankan nutrisi lebih utuh dibanding UHT, terutama vitamin B kompleks dan enzim alami. Namun perbedaannya tidak dramatis untuk konsumsi harian. Keduanya aman dan tetap menyediakan kalsium, protein, dan lemak baik. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan: pasteurisasi untuk nutrisi lebih utuh, UHT untuk kemudahan penyimpanan jangka panjang.

Apakah susu segar lebih bergizi dari susu pasteurisasi?

Susu segar memiliki nutrisi paling utuh karena tidak melewati perlakuan panas. Namun susu segar juga membawa risiko bakteri patogen jika higienitas pemerahan dan penyimpanan tidak terjaga. Susu pasteurisasi adalah kompromi terbaik: nutrisi hampir setara susu segar, dengan keamanan pangan yang terjamin.

Berapa lama susu pasteurisasi bisa disimpan?

Susu pasteurisasi yang belum dibuka bisa disimpan 7 sampai 14 hari di kulkas tergantung merek dan kondisi penyimpanan. Setelah dibuka, sebaiknya dikonsumsi dalam 2 sampai 3 hari. Susu pasteurisasi harus selalu disimpan di kulkas, tidak boleh di suhu ruang.

Apakah susu pasteurisasi aman untuk ibu hamil?

Ya. Susu pasteurisasi aman untuk ibu hamil karena bakteri patogen seperti Listeria sudah dieliminasi melalui proses pemanasan. Susu segar (raw milk) tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena risiko infeksi bakteri berbahaya. Susu UHT juga aman untuk ibu hamil.

Mengapa susu UHT tidak perlu didinginkan sebelum dibuka?

Suhu 135 sampai 140 derajat Celsius dalam proses UHT membunuh semua mikroorganisme termasuk spora bakteri yang tahan panas. Kemasan UHT juga bersifat aseptik (steril) sehingga tidak ada kontaminasi dari luar sebelum dibuka. Setelah dibuka, susu UHT harus langsung disimpan di kulkas dan dikonsumsi dalam 3 sampai 5 hari.


Pilih Susu yang Tepat, Bukan Sekadar yang Paling Murah

Susu pasteurisasi, UHT, dan susu segar bukan produk yang saling menggantikan sepenuhnya. Ketiganya memiliki konteks penggunaan yang berbeda. Untuk konsumsi harian keluarga dengan akses kulkas, susu pasteurisasi menawarkan keseimbangan terbaik antara nutrisi, keamanan, dan rasa.

JABMilk susu pasteurisasi KAN Jabung hadir sebagai pilihan yang tidak hanya sehat dan halal, tetapi juga transparan: Anda tahu susunya berasal dari peternak anggota koperasi di Jabung, Malang, diproses dengan standar yang bisa diverifikasi.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest