Zakat Pertanian: Cara Hitung Nisab dan Kadar Hasil Panen

Petani padi di sawah saat panen dengan karung gabah

Zakat Pertanian: Cara Hitung dan Penyaluran Lewat Baitul Maal

Panen padi baru selesai dan gabah sudah terkumpul di rumah. Pertanyaan berikutnya muncul: apakah hasil panen ini wajib dizakati? Zakat pertanian adalah zakat atas hasil panen yang mencapai batas tertentu, dikeluarkan setiap kali panen.

Artikel ini menjelaskan nisab, kadar, contoh hitungan, dan jalur penyaluran. Angka berasal dari BAZNAS dan kami cantumkan sumbernya. Untuk kasus Anda, konsultasikan dengan amil zakat.

Apa Itu Zakat Pertanian?

Zakat pertanian termasuk zakat mal. Artikel kami tentang cara menghitung zakat mal menyebut zakat mal meliputi emas, perniagaan, pertanian, peternakan, dan pendapatan. Zakat mal dikeluarkan oleh muzaki kepada mustahik melalui amil zakat resmi.

Perbedaannya terletak pada waktu. Artikel yang sama menyebut syarat haul tidak berlaku untuk zakat pertanian. Haul adalah batas waktu kepemilikan satu tahun. Zakat pertanian dikeluarkan saat panen.

Apa Dasar Hukum Zakat Pertanian?

Dalil dari Al Quran

Kementerian Agama Kota Yogyakarta, dalam artikel tentang kewajiban zakat (5 Maret 2026), mengutip dua ayat. QS. At Taubah ayat 103 memerintahkan, “Ambillah zakat dari harta mereka”. QS. Al Baqarah ayat 267 menyeru orang beriman menafkahkan sebagian dari hasil usaha yang baik.

Halaman yang sama menyebut fikih klasik memasukkan hasil pertanian pangan ke dalam harta yang dikenai zakat. Halaman itu tidak membahas nisab maupun kadarnya.

Dalil dari hadis

Batas nisab bersandar pada sabda Nabi yang dikutip BAZNAS (HR. Bukhari dan Muslim): tidak ada zakat bagi tanaman yang kurang dari lima wasaq.

BAZNAS juga mengutip hadis tentang kadar. Lahan yang diairi hujan, mata air, atau tumbuh dari akar sendiri dikenai sepersepuluh. Lahan yang diairi irigasi atau tenaga manusia dikenai seperduapuluh.

Dasar dalam aturan nasional

Artikel kami tentang zakat mal merujuk Undang Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014. BAZNAS merujuk Pasal 14 peraturan menteri tersebut untuk nisab 653 kg gabah.

Untuk gagal panen, BAZNAS menyebut QS. Al Baqarah ayat 286 sebagai dasar keringanan: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.

Berapa Nisab Zakat Pertanian?

Menurut BAZNAS (terbit 23 September 2025), nisab zakat pertanian adalah 653 kg gabah atau setara 520 kg beras. Angka itu berasal dari lima wasaq.

Halaman BAZNAS tentang wasaq menyebut angka 653 kg gabah sesuai Pasal 14 Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014. Peraturan itu juga dirujuk artikel kami tentang zakat mal.

Jika hasil panen kurang dari nisab, zakat tidak wajib. Jika mencapai nisab, zakat wajib dikeluarkan.

Berapa Kadar Zakat Pertanian?

Kadar bergantung pada cara pengairan. BAZNAS membedakan dua kondisi, seperti pada tabel berikut.

Cara pengairan Kadar Contoh dari panen 2.000 kg
Air hujan, mata air, atau tumbuh dari akar sendiri 10% 200 kg
Irigasi atau tenaga manusia, misalnya pompa air dengan biaya tambahan 5% 100 kg

Contoh di tabel mengikuti contoh BAZNAS untuk panen padi 2 ton. Satuan hasil pada contoh asli bisa berbeda antara gabah dan beras. Pastikan Anda memakai satuan yang sama dengan nisab.

Bagaimana Cara Menghitung Zakat Pertanian?

Petani menimbang hasil panen padi untuk menghitung zakat pertanian
Hasil panen ditimbang untuk memastikan jumlahnya mencapai nisab (Ilustrasi)

BAZNAS merumuskan zakat sebagai persentase dikali hasil panen, dengan syarat hasil mencapai nisab. Langkahnya sebagai berikut.

  1. Timbang seluruh hasil panen dalam satu musim.
  2. Bandingkan dengan nisab 653 kg gabah atau 520 kg beras.
  3. Jika mencapai nisab, tentukan cara pengairan lahan.
  4. Kalikan hasil panen dengan 10% atau 5%.
  5. Keluarkan zakat saat panen, bukan menunggu satu tahun.

Halaman BAZNAS yang kami baca tidak menjelaskan apakah biaya produksi boleh dikurangkan. Karena itu, kami tidak menjawabnya di sini. Tanyakan hal ini kepada amil zakat Anda.

Seperti Apa Contoh Hitungan Zakat Pertanian?

Contoh berikut memakai nisab 653 kg gabah dan kadar dari BAZNAS. Contoh pertama dan kedua mengikuti BAZNAS. Contoh ketiga dan keempat adalah ilustrasi hitungan kami.

Contoh 1: lahan tadah hujan

Hasil panen 2.000 kg sudah melewati nisab. Lahan diairi hujan, maka kadarnya 10%. Zakatnya 10% dari 2.000 kg, yaitu 200 kg.

Contoh 2: lahan memakai pompa air

Hasil panen sama, 2.000 kg. Pengairan memakai pompa dengan biaya tambahan, maka kadarnya 5%. Zakatnya 100 kg.

Contoh 3: panen di bawah nisab

Hasil panen 600 kg lebih kecil dari 653 kg gabah. Zakat pertanian tidak wajib untuk panen ini.

Contoh 4: panen berkurang tetapi mencapai nisab

Hasil panen turun menjadi 700 kg karena hama. Angka itu masih di atas nisab. Jika lahan diairi hujan, zakatnya 10% dari 700 kg, yaitu 70 kg. Jika memakai irigasi berbiaya, zakatnya 35 kg.

Pastikan satuan gabah dan beras tidak tercampur saat membandingkan dengan nisab.

Bagaimana Jika Panen Gagal atau Rusak?

BAZNAS (terbit 17 November 2025) menjelaskan beberapa kondisi.

  • Hasil di bawah nisab: zakat tidak wajib.
  • Hasil berkurang tetapi masih mencapai nisab: zakat tetap wajib, dihitung dari hasil yang benar benar diterima.
  • Gagal panen total sebelum dipanen: zakat tidak diwajibkan.
  • Hasil mencapai nisab lalu rusak setelah dipanen: zakat tetap wajib.

Ketentuan ini berlaku untuk tanaman yang dibahas BAZNAS pada halaman tersebut. Komoditas lain sebaiknya dikonsultasikan.

Apa Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menghitung Zakat Pertanian?

Berdasarkan ketentuan yang dijelaskan di atas, ada beberapa kekeliruan yang perlu dihindari.

  • Menunggu satu tahun sebelum berzakat. Zakat pertanian dikeluarkan saat panen.
  • Mencampur satuan gabah dan beras saat membandingkan dengan nisab.
  • Menganggap gagal panen otomatis bebas zakat. Jika hasil masih mencapai nisab, zakat tetap wajib.
  • Memakai kadar yang salah. Pengairan hujan dan irigasi berbiaya memiliki kadar berbeda.
  • Menghitung dari hasil satu petak saja. Hitung seluruh hasil panen dalam satu musim.

Jika ragu, catat angka panen dan tanyakan kepada amil sebelum menyalurkan zakat.

Dengan Apa Zakat Pertanian Dibayarkan?

Menurut BAZNAS, zakat dapat berupa hasil panen, misalnya beras, atau uang senilai hasil panen. Jika berupa uang, lembaga amil zakat dapat menyalurkannya.

Zakat tidak diberikan sembarangan. Artikel kami menyebut zakat mal dikeluarkan melalui amil zakat resmi untuk diserahkan kepada mustahik. Penerimanya disebut mustahik, yaitu golongan yang berhak menerima zakat.

Artikel kami tentang zakat mal juga menyebut zakat dapat diberikan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pilihan lembaga sebaiknya disesuaikan dengan kemudahan dan kepercayaan muzaki.

Bagaimana Penyaluran Zakat Lewat Baitul Maal Al Hijrah?

 Petugas Baitul Maal menyerahkan zakat kepada warga penerima
Zakat disalurkan kepada mustahik melalui lembaga amil (Ilustrasi)

BMT Al Hijrah memiliki dua fungsi. Menurut artikel kami tentang dalil koperasi syariah, Baitul Maal mengelola penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Gambaran lembaganya ada di artikel divisi BMT Al Hijrah dan BMT Al Hijrah.

Fungsi lembaga seperti ini dijelaskan di artikel fungsi Baitul Mal. Intinya adalah menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.

Beberapa kegiatan penyaluran yang pernah kami publikasikan:

  • Penyaluran zakat mal untuk dhuafa pada 23 April 2022 kepada 268 mustahik di wilayah Kemantren. Lihat laporannya.
  • Santunan tunai untuk 667 dhuafa pada Maret 2025, bagian dari program CSR dan Baitul Maal.
  • Penghargaan Kolaborasi Mitra Pengelola Zakat Terbaik 2023 dari Laznas LMI pada 2 Maret 2024, seperti dalam artikel penghargaan.

Kami belum memiliki data tentang tata cara menyetor zakat pertanian ke Baitul Maal Al Hijrah. Rekening dan penerimaan hasil panen juga belum kami ketahui. Hubungi kantor untuk memastikan.

Siapa yang Berhak Menerima Zakat?

Zakat tidak boleh diberikan kepada sembarang pihak. Secara umum, ada delapan golongan penerima: fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Dasarnya adalah QS. At Taubah ayat 60.

Kegiatan KAN Jabung yang tercatat menyasar fakir miskin dan janda kurang mampu. Pembagian golongan lengkap sebaiknya dikonfirmasi dengan amil.

Apa yang Perlu Disiapkan Petani Sebelum Berzakat?

  • Catat berat hasil panen setiap musim.
  • Catat cara pengairan lahan, apakah hujan atau irigasi berbiaya.
  • Siapkan pertanyaan tentang biaya produksi dan komoditas selain padi.
  • Tanyakan apakah zakat diterima berupa hasil panen atau uang.
  • Minta bukti penerimaan zakat dari amil.

Pencatatan yang rapi memudahkan hitungan musim berikutnya. Sebagian petani KAN Jabung juga bergerak di komoditas lain, misalnya budidaya tebu. Hukum zakatnya perlu ditanyakan terpisah.

Apa Hikmah Zakat Pertanian bagi Petani dan Masyarakat?

Laporan penyaluran zakat mal kami pada 2022 menyebut zakat membersihkan harta. Laporan itu juga menyebut setiap harta memuat hak orang lain di dalamnya.

Bagi petani, zakat menjadi pengingat bahwa hasil panen datang dengan izin Allah. Bagi masyarakat sekitar, zakat membantu fakir miskin dan janda kurang mampu. Tujuan kegiatan penyaluran kami adalah agar mereka ikut merasakan kebahagiaan di hari raya.

Kementerian Agama Kota Yogyakarta, pada halaman yang sama, menyebut hikmah zakat lain. Zakat melindungi harta, membersihkan jiwa dari sifat kikir, menjadi wujud syukur, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Karena itu, mencatat hasil panen dan menanyakan ketentuan kepada amil adalah bagian dari menunaikan amanah.


Pertanyaan Seputar Zakat Pertanian

Apa itu zakat pertanian?

Zakat atas hasil panen yang mencapai nisab, dikeluarkan setiap kali panen tanpa menunggu satu tahun.

Berapa nisab zakat pertanian?

Menurut BAZNAS, 653 kg gabah atau setara 520 kg beras.

Berapa persen zakat pertanian?

10% untuk lahan berpengairan alami dan 5% untuk lahan berpengairan irigasi atau tenaga manusia.

Apakah zakat pertanian menunggu haul?

Tidak. Artikel kami dan BAZNAS menyebut zakat pertanian dikeluarkan saat panen, bukan tahunan.

Apakah gagal panen tetap wajib zakat?

Jika hasil di bawah nisab atau gagal total sebelum dipanen, zakat tidak wajib. Jika hasil masih mencapai nisab, zakat tetap wajib.

Bisakah zakat pertanian dibayar dengan uang?

Menurut BAZNAS, zakat dapat berupa hasil panen atau uang senilai hasil panen.


Menunaikan Zakat Bersama Baitul Maal Al Hijrah

Zakat membersihkan harta dan menjadi hak orang lain dalam hasil panen. Menunaikannya melalui lembaga amil membantu zakat sampai kepada yang berhak.

BMT Al Hijrah KAN Jabung memiliki unit Baitul Maal untuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Untuk informasi tata cara zakat pertanian, hubungi kami di kanjabungsyariah@gmail.com atau telepon 0341 791227.

Gambaran layanan syariah lainnya tersedia di artikel tujuan koperasi syariah dan koperasi syariah penjelasan lengkap.


Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Categories
Newsletter

Selengkapnya untuk berita terbaru!