Rumput Odot untuk Sapi: Solusi Lahan Kosong Tembus Produksi Susu 51 Ribu Liter ala KAN Jabung

rumput odot untuk sapi merupakan tanaman Pennisetum purpureum cv Mott subur di lahan peternakan

Banyak peternak memberi sapi rumput lapangan atau jerami seadanya, lalu heran kenapa produksi susunya stagnan atau berat badan sapinya lambat naik. Padahal solusinya sering ada di lahan kosong di samping kandang yang belum ditanami hijauan unggul. Rumput Odot untuk sapi adalah nama populer dari Pennisetum purpureum cv. Mott, varietas rumput gajah mini dengan kandungan Protein Kasar (PK) 12 sampai 14 persen dari bahan kering, palatabilitas tinggi, dan produksi biomassa 150 sampai 250 ton per hektar per tahun yang menjadikannya salah satu hijauan paling efisien untuk sapi perah maupun sapi potong.

KAN Jabung (Koperasi Agro Niaga Jabung) menggunakan rumput Odot sebagai salah satu komponen hijauan dalam sistem pakan harian untuk mendukung produksi 51.142 liter susu per hari dari 6.901 ekor sapi. Odot bukan sekadar alternatif murah dan ia punya keunggulan nutrisi yang terukur dan konsisten.

Mengenal Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott)

Rumput Odot adalah varietas dwarf (kerdil) dari rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang dikembangkan untuk memiliki batang lebih pendek, daun lebih lembut, dan kandungan serat yang lebih rendah dibandingkan rumput Gajah konvensional. Tinggi tanaman berkisar 60 sampai 120 cm saat siap panen, jauh lebih pendek dari rumput Gajah yang bisa mencapai 3 meter.

Karena ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih lembut, sapi memakannya lebih lahap dibandingkan rumput Gajah biasa. Palatabilitas Odot lebih tinggi karena rasio daun terhadap batang lebih besar, dan daunnya lebih tipis sehingga mudah dikunyah. Bacaan lanjutan tentang pilihan hijauan berprotein tinggi tersedia di jenis rumput yang mengandung protein tinggi.

Dari pengalaman kami di lapangan, sapi yang pertama kali diperkenalkan dengan Odot biasanya langsung menerimanya tanpa masa adaptasi yang panjang. Ini berbeda dengan beberapa hijauan lain yang butuh 3 sampai 7 hari sebelum sapi terbiasa mengonsumsinya secara konsisten.

kandungan nutrisi rumput odot protein tinggi untuk pakan sapi perah
Rumput Odot dipanen muda untuk mempertahankan kandungan protein kasar 12 sampai 14 persen

Kandungan Nutrisi Rumput Odot: Tabel BK, PK, TDN dan SK

Data nutrisi berikut mengacu pada analisis proksimat hijauan segar yang dipanen pada umur optimal 30 sampai 40 hari. Angka bervariasi tergantung jenis tanah, pemupukan, dan kondisi iklim. Untuk konteks kebutuhan nutrisi harian sapi, baca sapi makan apa: panduan lengkap nutrisi dan pakan. Referensi standar internasional kebutuhan hijauan tersedia di standar kebutuhan nutrisi hijauan pakan ternak FAO.

Parameter Nutrisi Odot (Dwarf Napier) Pakchong Gajah (King Grass)
Bahan Kering (BK) 16 sampai 20% 18 sampai 22% 15 sampai 19%
Protein Kasar (PK) 12 sampai 14% 10 sampai 12% 7 sampai 10%
Total Digestible Nutrients (TDN) 52 sampai 56% 55 sampai 58% 48 sampai 54%
Serat Kasar (SK) 26 sampai 30% 28 sampai 32% 30 sampai 35%
Produksi Biomassa 150 sampai 250 ton/ha/tahun 250 sampai 400 ton/ha/tahun 200 sampai 300 ton/ha/tahun

Dari tabel di atas, Odot unggul dalam kandungan PK dibandingkan Pakchong dan Gajah. Itulah mengapa Odot paling tepat diposisikan sebagai suplemen protein hijauan dalam sistem pakan yang sudah memiliki sumber energi utama dari silase atau konsentrat.

keunggulan rumput odot dibandingkan rumput biasa untuk pakan sapi
Perbandingan visual rumput Odot yang lebih lebat dan bergizi dibandingkan rumput lapangan biasa

Keunggulan Rumput Odot Dibandingkan Hijauan Biasa

Peternak yang beralih dari rumput lapangan ke Odot hampir selalu melaporkan peningkatan konsumsi pakan harian yang nyata. Ini bukan kebetulan. Ada tiga keunggulan struktural Odot yang tidak dimiliki hijauan lapangan biasa.

Pertama, kandungan protein dua kali lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan yang rata-rata hanya mengandung PK 5 sampai 7 persen. Untuk sapi perah laktasi yang membutuhkan protein tinggi untuk produksi susu, perbedaan ini langsung terasa pada volume susu harian. Strategi integrasi Odot dalam ransum lengkap dibahas di manajemen pakan sapi perah yang efektif.

Kedua, serat kasar lebih rendah dari rumput Gajah, sehingga kecernaan Odot lebih baik. Sapi mengekstrak lebih banyak energi dan protein dari setiap kilogram Odot yang dikonsumsi dibandingkan dari rumput Gajah tua. Ketiga, Odot bisa dipanen lebih awal pada umur 30 hari dibandingkan Gajah yang optimal dipanen umur 45 sampai 60 hari, sehingga rotasi lahan lebih cepat dan pasokan hijauan lebih terjamin sepanjang tahun.

cara tanam rumput odot dengan stek batang di lahan terbuka
Penanaman stek batang rumput Odot dengan jarak tanam 50×50 cm

Cara Tanam, Panen dan Pemberian Rumput Odot

Odot ditanam dari stek batang, bukan biji. Stek diambil dari tanaman berumur 2 sampai 3 bulan dengan minimal 2 sampai 3 ruas per potongan. Jarak tanam yang kami rekomendasikan adalah 50 x 50 cm untuk memaksimalkan kerapatan tanpa mengorbankan aerasi tanah. Informasi varietas tanaman pakan yang direkomendasikan pemerintah tersedia di varietas tanaman pakan ternak Kementerian Pertanian.

Pemupukan dan Perawatan

Pemupukan awal dengan pupuk kandang 5 sampai 10 ton per hektar dilakukan satu minggu sebelum tanam. Setelah setiap panen, berikan pupuk nitrogen 100 sampai 150 kg per hektar untuk mendorong pertumbuhan tunas baru. Tanpa pemupukan pascapanen, kandungan PK Odot akan turun signifikan mulai panen ketiga dan seterusnya.

Waktu Panen Optimal

Panen pertama dilakukan pada umur 60 hari setelah tanam untuk memberi waktu perakaran yang kuat. Panen berikutnya dilakukan setiap 30 sampai 40 hari. Panen di bawah 30 hari menghasilkan biomassa terlalu sedikit. Panen di atas 50 hari meningkatkan serat kasar dan menurunkan palatabilitas serta kecernaan secara signifikan.

Takaran Pemberian Harian

Protokol yang kami terapkan adalah pemberian Odot segar sebanyak 10 sampai 15 persen dari bobot badan sapi per hari. Untuk sapi perah 450 kg, artinya 45 sampai 67 kg Odot segar per hari, disesuaikan dengan sumber hijauan lain yang tersedia. Kalkulasi kebutuhan pakan harian per ekor secara lengkap tersedia di kebutuhan pakan sapi per hari.

Konsultasi jenis hijauan terbaik untuk kandang Anda dengan penyuluh KAN Jabung. Hubungi kantor BSP KAN Jabung di Jl. Suropati 4-6 Kemantren, Jabung, Malang, atau telepon 0341-791227 untuk jadwal kunjungan lapangan.


Pertanyaan Umum tentang Rumput Odot untuk Sapi

Berapa kandungan protein kasar rumput Odot?

Kandungan Protein Kasar (PK) rumput Odot berkisar 12 sampai 14 persen dari bahan kering, tergantung umur panen dan kondisi pemupukan. Ini adalah kandungan protein tertinggi di antara tiga hijauan populer (Odot, Pakchong, Gajah), menjadikan Odot pilihan utama sebagai suplemen protein hijauan dalam ransum sapi perah laktasi.

Apa perbedaan rumput Odot dan rumput Gajah biasa?

Odot adalah varietas dwarf (kerdil) dari rumput Gajah dengan tinggi 60 sampai 120 cm, berbeda dari Gajah konvensional yang bisa mencapai 3 meter. Odot memiliki kandungan PK lebih tinggi (12 sampai 14% vs 7 sampai 10%), serat kasar lebih rendah, dan palatabilitas lebih baik karena daun lebih lembut dan tipis. Sapi umumnya lebih lahap mengonsumsi Odot dibandingkan Gajah tua.

Kapan waktu panen rumput Odot yang paling baik?

Waktu panen optimal rumput Odot adalah 30 sampai 40 hari setelah pemangkasan sebelumnya. Pada umur ini, kandungan PK masih tinggi dan serat kasar belum meningkat signifikan. Panen di atas 50 hari akan meningkatkan lignin, menurunkan kecernaan, dan membuat sapi kurang lahap memakannya.

Berapa luas lahan Odot yang dibutuhkan untuk satu ekor sapi perah?

Dengan produksi rata-rata 200 ton per hektar per tahun dan kebutuhan hijauan satu ekor sapi perah 40 sampai 50 kg segar per hari, dibutuhkan sekitar 700 sampai 900 m² lahan Odot per ekor. Angka ini bisa lebih efisien jika Odot dikombinasikan dengan silase jagung atau konsentrat sebagai sumber energi utama.

Apakah rumput Odot bisa diberikan ke sapi potong?

Ya. Rumput Odot cocok untuk sapi perah maupun sapi potong. Untuk sapi potong, Odot sangat efektif sebagai suplemen protein hijauan yang mendukung pertumbuhan otot, terutama pada fase awal penggemukan sebelum proporsi konsentrat ditingkatkan. Kandungan PK 12 sampai 14% mendukung sintesis protein otot yang lebih baik dibandingkan hijauan lapangan biasa.

Bagaimana cara mendapatkan bibit atau stek rumput Odot?

Penyuluh KAN Jabung (Koperasi Agro Niaga Jabung) menyediakan konsultasi dan informasi sumber stek Odot untuk anggota maupun mitra peternak di wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya. Stek Odot juga tersedia di beberapa balai penelitian pertanian dan peternak binaan di Jawa Timur. Hubungi kantor BSP KAN Jabung di 0341-791227 untuk informasi ketersediaan.


Odot Kecil Ukurannya, Besar Kontribusinya

Rumput Odot membuktikan bahwa ukuran tanaman tidak menentukan nilai nutrisinya. Dengan PK tertinggi di antara hijauan populer Indonesia dan palatabilitas yang disukai sapi, Odot layak menjadi komponen tetap dalam sistem pakan, bukan sekadar pelengkap saat hijauan lain habis.

Dari pengalaman kami mendampingi peternak di sekitar Jabung, introduksi Odot ke dalam ransum yang sebelumnya hanya mengandalkan rumput lapangan hampir selalu menghasilkan peningkatan konsumsi pakan harian yang terukur. Dan peningkatan konsumsi yang konsisten adalah langkah pertama menuju produksi susu atau bobot sapi yang lebih baik.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest