Cara Membuat Silase Jagung: Langkah Praktis dan Takaran

cara membuat silase jagung untuk pakan sapi perah di kandang

Setiap musim kemarau, masalah yang sama muncul di hampir semua kandang: hijauan menipis, harga jerami naik, dan peternak mulai panik mencari alternatif pakan. Padahal solusinya bisa disiapkan jauh sebelum kemarau tiba. Cara membuat silase jagung adalah proses fermentasi anaerob tebon jagung segar yang dipotong, dipadatkan dalam kondisi kedap udara, dan difermentasi selama minimal 21 hari hingga menghasilkan pakan awet bergizi tinggi dengan pH 3,8 sampai 4,5.

Di KAN Jabung (Koperasi Agro Niaga Jabung), silase jagung sudah menjadi cadangan pakan wajib untuk mendukung produksi 51.142 liter susu per hari dari 6.901 ekor sapi. Bukan sekadar alternatif darurat, melainkan bagian dari sistem pakan sepanjang tahun.

Apa Itu Silase dan Apa Manfaatnya untuk Pakan Sapi?

Silase adalah pakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi bakteri asam laktat dalam kondisi tanpa oksigen. Proses ini menurunkan pH bahan hingga di bawah 4,5 sehingga mikroba pembusuk tidak bisa berkembang. Hasilnya adalah pakan yang tahan disimpan hingga 6 bulan bahkan lebih jika silo tertutup rapat.

Manfaat silase jagung melampaui sekadar penyimpanan pakan. Nilai TDN (Total Digestible Nutrients) silase jagung berkisar antara 60 sampai 68 persen bahan kering, lebih tinggi dari kebanyakan hijauan segar yang disimpan lebih dari satu hari. Selain itu, palatabilitas sapi terhadap silase jagung umumnya sangat baik sehingga tingkat konsumsinya tinggi. Strategi integrasi silase dalam ransum harian dibahas lebih lengkap di manajemen pakan sapi perah yang efektif.

Dari pengalaman kami, peternak yang menyiapkan silase sebelum kemarau tidak perlu mengurangi jatah pakan sapi di bulan Juli sampai September. Sebaliknya, peternak yang tidak punya stok silase sering terpaksa menurunkan produksi karena biaya pakan melonjak. Itulah perbedaan nyata antara peternak yang berencana dan yang reaktif.

langkah pembuatan silase jagung dalam silo plastik tertutup rapat
Proses pemadatan dan penutupan silo plastik untuk fermentasi silase jagung selama 21 hari

Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan

Silase jagung tidak memerlukan peralatan mahal. Yang dibutuhkan adalah bahan baku berkualitas, wadah kedap udara, dan kedisiplinan dalam menutup silo. Inilah yang sering disepelekan dan menjadi penyebab silase gagal.

Bahan Baku Utama

Bahan utama adalah tebon jagung, yaitu tanaman jagung yang dipanen sebelum biji mengeras, sekitar 90 sampai 100 hari setelah tanam. Pada umur ini, kandungan bahan kering tebon berkisar 28 sampai 35 persen, kondisi ideal untuk proses fermentasi. Terlalu muda (kadar air lebih dari 75 persen) berisiko menghasilkan silase berair dan asam berlebih. Terlalu tua (kadar air di bawah 60 persen) membuat fermentasi tidak optimal karena bakteri asam laktat membutuhkan kelembapan cukup.

Selain tebon jagung, bahan tambahan meliputi dedak padi atau bekatul sebagai sumber karbohidrat cepat untuk bakteri, tetes tebu (molases) sebagai sumber gula pengaktif fermentasi, dan starter bakteri asam laktat untuk mempercepat penurunan pH. Sebagai referensi pilihan hijauan alternatif selain jagung, baca jenis rumput yang mengandung protein tinggi.

Peralatan yang Dibutuhkan

Peralatan minimal: chopper atau sabit untuk mencacah tebon menjadi potongan 3 sampai 5 cm, timbangan untuk mengukur proporsi bahan, terpal atau kantong plastik tebal (minimal 0,2 mm) sebagai silo sementara, dan alat pemadat seperti stamper atau diinjak langsung. Untuk skala besar di atas 5 ton, silo beton atau drum besi lebih disarankan karena lebih kedap dan tahan lama.

bahan dan peralatan membuat silase jagung untuk pakan sapi perah
Bahan silase jagung: tebon jagung, dedak, tetes tebu, dan starter bakteri asam laktat

Langkah Pembuatan Silase Jagung Step by Step

Protokol yang kami terapkan di unit pakan BSP KAN Jabung mengikuti urutan berikut. Setiap langkah memiliki angka spesifik yang tidak bisa dikira-kira karena langsung memengaruhi kualitas fermentasi akhir.

Langkah 1: Panen dan Cacah Tebon

Panen tebon jagung pada umur 90 sampai 100 hari setelah tanam, saat biji masih dalam kondisi matang susu (milk stage). Segera cacah tebon menjadi potongan sepanjang 3 sampai 5 cm. Pemotongan yang terlalu panjang (di atas 7 cm) membuat proses pemadatan tidak sempurna dan rongga udara masih tersisa di dalam silo.

Langkah 2: Cek dan Sesuaikan Kadar Air

Kadar air optimal untuk silase jagung adalah 60 sampai 70 persen. Cara sederhana untuk mengeceknya: genggam segenggam cacahan, peras kuat. Jika air menetes bebas, kadar air terlalu tinggi (lebih dari 75 persen) dan perlu dilayukan dulu selama 4 sampai 6 jam. Jika tidak ada cairan yang keluar sama sekali, kadar air terlalu rendah dan perlu ditambahkan air bersih sedikit demi sedikit sambil diaduk.

Langkah 3: Campur Bahan Tambahan

Setelah kadar air sesuai, tambahkan bahan pengaya fermentasi. Taburkan dedak padi atau bekatul secara merata ke lapisan tebon. Semprotkan larutan tetes tebu yang sudah diencerkan 1 banding 5 dengan air bersih. Jika menggunakan starter bakteri asam laktat, ikuti dosis sesuai petunjuk produk, biasanya 5 sampai 10 gram per 100 kg bahan.

Langkah 4: Isi, Padatkan, dan Tutup Rapat

Masukkan cacahan tebon ke dalam silo atau kantong plastik lapis demi lapis, masing-masing setebal 20 sampai 30 cm. Setiap lapisan dipadatkan dengan cara diinjak atau distamper hingga tidak ada rongga udara. Ini bagian yang paling menentukan keberhasilan silase. Setelah penuh, tutup rapat dengan plastik, ikat kencang, dan beri pemberat di atasnya.

Langkah 5: Fermentasi Selama Minimal 21 Hari

Simpan silo di tempat teduh dan kering pada suhu 20 sampai 35 derajat Celsius. Fermentasi optimal berlangsung dalam 21 sampai 28 hari untuk skala kantong plastik, atau 30 sampai 45 hari untuk silo beton skala besar. Jangan buka silo sebelum waktunya karena masuknya udara dapat merusak seluruh proses fermentasi.

Takaran Komposisi Bahan Silase Jagung per 100 kg Tebon

Tabel berikut adalah panduan takaran yang kami gunakan sebagai acuan di unit pakan BSP KAN Jabung. Rasio ini menghasilkan silase dengan pH akhir 3,8 sampai 4,2 dan kadar bahan kering 28 sampai 32 persen. Sesuaikan dengan kebutuhan pakan sapi per hari untuk menghitung total silase yang perlu diproduksi.

Bahan Takaran per 100 kg Tebon Fungsi dalam Proses Catatan
Tebon jagung cacah 100 kg (basis) Bahan baku utama sumber serat dan energi Panen umur 90 sampai 100 hari, cacah 3 sampai 5 cm
Dedak padi atau bekatul 3 sampai 5 kg Sumber karbohidrat cepat untuk bakteri asam laktat Taburkan merata per lapisan setebal 20 cm
Tetes tebu (molases) 2 sampai 3 liter (diencerkan 1:5) Sumber gula pengaktif fermentasi bakteri Semprotkan merata saat pengisian lapis demi lapis
Starter bakteri asam laktat 5 sampai 10 gram (opsional) Mempercepat penurunan pH dan menstabilkan fermentasi Gunakan jika bahan baku tidak segera difermentasi setelah dipanen
Air bersih (jika perlu) Secukupnya sampai kadar air 65% Menyesuaikan kadar air bahan sebelum silo ditutup Hanya jika tebon terlalu kering, tambahkan bertahap sambil diaduk

Untuk referensi teknis pembuatan silase skala besar, lihat panduan fermentasi pakan hijauan FAO yang membahas prinsip fermentasi anaerob hijauan secara menyeluruh.

perbandingan tanda silase jagung berhasil warna kuning kehijauan dan silase gagal berwarna hitam
Silase jagung berhasil berwarna kuning kehijauan dengan aroma asam segar; silase gagal berwarna kehitaman dan berbau busuk

Tanda Silase Berhasil dan Tanda Silase Gagal

Membuka silo tanpa tahu ciri silase yang baik bisa berujung pada pakan yang justru membahayakan sapi. Dari pengalaman kami, peternak pemula sering salah membaca tanda dan tetap memberikan silase yang sudah rusak ke sapi. Akibatnya sapi kembung atau diare.

Ciri Silase Jagung yang Berhasil

Silase yang baik memiliki warna kuning kehijauan hingga kuning kecokelatan, tekstur lembap namun tidak berlendir, dan aroma asam segar menyerupai aroma tape atau yogurt. Nilai pH silase berhasil berada di angka 3,8 sampai 4,5. Sapi biasanya langsung memakannya dengan lahap tanpa penolakan.

Ciri Silase Jagung yang Gagal

Sebaliknya, silase gagal ditandai dengan warna hitam atau cokelat gelap, tekstur berlendir, dan aroma busuk menyengat seperti kotoran. Ini tanda bahwa oksigen masuk ke silo selama proses fermentasi dan bakteri pembusuk berkembang. Silase seperti ini tidak boleh diberikan ke sapi karena dapat menyebabkan keracunan dan gangguan pencernaan serius.

Penyebab paling umum silase gagal adalah penutupan silo yang tidak rapat dan pemadatan yang tidak sempurna. Oleh karena itu, protokol yang kami terapkan selalu mewajibkan pengecekan kondisi silo setelah 24 jam pertama untuk memastikan tidak ada kebocoran udara. Baca juga makanan sapi selain rumput untuk referensi alternatif pakan pendamping silase. Untuk standar teknis pakan fermentasi nasional, lihat standar teknis pakan ternak fermentasi dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI.

Starter fermentasi dan peralatan pembuatan silase tersedia melalui Unit Sapronak KAN Jabung. Hubungi kantor BSP KAN Jabung di Jl. Suropati 4-6 Kemantren, Jabung, Malang, atau telepon 0341-791227 untuk informasi produk dan konsultasi teknis.


Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Silase Jagung

Berapa lama silase jagung bisa disimpan?

Silase jagung yang dibuat dengan benar dan disimpan dalam silo kedap udara dapat bertahan 6 sampai 12 bulan. Setelah silo dibuka, silase harus habis dalam 3 sampai 5 hari untuk mencegah kerusakan akibat paparan oksigen. Ambil dari satu sisi saja dan tutup kembali bagian yang belum digunakan.

Berapa kadar air ideal untuk membuat silase jagung?

Kadar air optimal untuk silase jagung adalah 60 sampai 70 persen. Pada kadar ini, bakteri asam laktat dapat bekerja optimal dan pH turun ke kisaran 3,8 sampai 4,5. Tebon jagung yang dipanen pada umur 90 sampai 100 hari biasanya sudah berada di kisaran kadar air ini secara alami.

Apakah silase jagung bisa diberikan ke sapi setiap hari?

Ya. Silase jagung bisa diberikan sebagai bagian dari ransum harian, biasanya 15 sampai 25 kg segar per ekor per hari untuk sapi perah laktasi dengan bobot 450 sampai 500 kg. Silase tidak menggantikan konsentrat, melainkan melengkapi ransum sebagai sumber serat dan energi.

Apa perbedaan silase jagung dan hay?

Silase dibuat melalui fermentasi anaerob dalam kondisi lembap, sementara hay adalah hijauan yang dikeringkan. Silase jagung memiliki kadar air lebih tinggi (60 sampai 70 persen) dan TDN lebih tinggi dibandingkan hay biasa. Hay lebih tahan lama jika kering sempurna, namun kandungan nutrisinya lebih rendah dibandingkan silase jagung berkualitas baik.

Apakah perlu starter bakteri untuk membuat silase?

Tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Bakteri asam laktat sebenarnya sudah ada secara alami di permukaan tebon jagung. Namun, penggunaan starter mempercepat penurunan pH dan mengurangi risiko kegagalan, terutama jika cuaca panas atau proses pemadatan tidak sempurna. Investasi starter relatif kecil dibandingkan risiko kehilangan seluruh batch silase.

Berapa biaya membuat silase jagung per kilogram?

Biaya produksi silase jagung bervariasi tergantung harga tebon jagung dan bahan tambahan di daerah masing-masing. Sebagai perkiraan umum, biaya produksi silase jagung skala peternak kecil berkisar antara Rp400 sampai Rp700 per kilogram bahan segar. Angka ini bisa lebih rendah jika peternak menanam jagung sendiri.


Silase Bukan Sekadar Pakan Darurat

Peternak yang hanya membuat silase saat kemarau datang selalu terlambat. Proses fermentasi butuh 21 sampai 28 hari. Artinya, persiapan harus dimulai jauh sebelum kebutuhan mendesak.

Dari pengalaman mendampingi lebih dari 1.600 peternak aktif di BSP KAN Jabung, peternak yang menyiapkan stok silase setidaknya dua bulan sebelum kemarau tidak pernah mengalami penurunan produksi susu karena krisis pakan. Silase jagung bukan sekadar cadangan. Ia adalah bagian dari sistem pakan yang matang.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest