
Divisi Produksi adalah unit strategis dalam bisnis sapi perah KAN Jabung yang berperan penting dalam menjaga kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan ternak anggota. Divisi ini menjadi garda terdepan dalam memastikan kondisi sapi perah tetap optimal sebagai dasar utama keberhasilan produksi susu.
Dalam pelaksanaannya, Divisi Produksi memberikan layanan pendampingan kesehatan hewan secara berkelanjutan kepada anggota peternak. Upaya tersebut meliputi pencegahan dan pengendalian penyakit, monitoring kondisi kesehatan sapi perah, serta penerapan tindakan medis yang sesuai dengan standar kesehatan hewan.
Divisi ini juga berperan dalam meningkatkan produktivitas sapi perah melalui penerapan manajemen kesehatan yang terencana dan terukur. Pendekatan preventif menjadi fokus utama untuk meminimalkan risiko penyakit serta menjaga performa sapi perah agar tetap stabil dan berkelanjutan.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Divisi Produksi didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan kompeten, terdiri atas dokter hewan, tenaga medik dan paramedik, inseminator, petugas pemeriksa kebuntingan, asisten teknik reproduksi, serta penyuluh. Kompetensi SDM ini menjadi kekuatan utama dalam memberikan layanan teknis yang tepat, cepat, dan berstandar.
Selain layanan teknis, divisi ini juga berperan aktif dalam peningkatan kapasitas peternak melalui edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan dan reproduksi ternak. Sinergi antara tenaga profesional dan anggota peternak menjadi kunci dalam menciptakan sistem peternakan yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Bisnis Sapi Perah KAN Jabung dijalankan dengan rantai proses inbound logistic, operasi produksi, outbound logistic, hingga layanan purna produksi. Departemen Produksi berada di titik operasi ini, menjembatani hasil kerja peternak anggota dengan kebutuhan pengolahan di Unit Susu Olahan dan mitra industri seperti PT Nestlé Indonesia.
Dukungan sumber daya manusia di Bisnis Sapi Perah tercatat sekitar 46 orang, mencakup tenaga lapangan, teknisi pendingin, dan petugas TPS yang bekerja setiap hari menjaga rantai dingin susu dari kandang hingga tangki pengumpul.
Setiap tahapan produksi dijalankan melalui pembagian tugas yang jelas, mulai dari penanganan susu di kandang peternak hingga penyerahannya ke unit pengolahan.
Kegiatan produksi didukung oleh sumber daya, infrastruktur, dan sistem pengelolaan yang dikembangkan untuk menjaga kualitas susu sejak diterima di Tempat Penampungan Susu (TPS) hingga siap memasuki proses berikutnya.
6.901 ekor (2025 semester 1)
63.210 liter/hari (anggota + mitra + farm)
1.619 anggota
17 TPS, 15 dengan mesin pendingin
60 ton (20 unit mesin)
NKV untuk 7 TPS, SMM ISO 9001:2015