Petani Ini Nyesel Baru Tahu Perbedaan Koperasi dan UMKM Setelah 5 Tahun Rugi

perbandingan koperasi vs umkm untuk petani dan peternak di Indonesia

Koperasi vs UMKM: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Petani Peternak?

Lima tahun lalu, seorang peternak sapi di Malang memilih mendaftarkan usahanya sebagai UMKM. Kelihatannya lebih mudah dan cepat. Tapi setelah lima tahun, susu sapinya masih dijual ke pengepul dengan harga yang dia tidak punya kendali atas. Tidak ada akses pembiayaan yang wajar, tidak ada jaminan pasar, dan tidak ada pendampingan teknis.

Pertanyaan tentang koperasi vs UMKM petani bukan sekadar pilihan kelembagaan. Ini soal apakah hasil kerja keras di ladang dan kandang bisa benar-benar meningkatkan pendapatan dalam jangka panjang. Koperasi adalah lembaga yang dimiliki dan dikelola bersama oleh anggotanya untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. UMKM adalah usaha perorangan atau kelompok kecil yang berdiri sendiri tanpa sistem keanggotaan formal. Keduanya bisa diakses oleh petani dan peternak. Namun cara kerjanya, dan hasilnya, sangat berbeda.

Apa Perbedaan Mendasar Koperasi dan UMKM?

perbedaan struktur koperasi dan UMKM dari sisi kelembagaan dan kepemilikan
Koperasi dan UMKM berbeda bukan hanya dari skala usaha, melainkan dari struktur kepemilikan, cara pengambilan keputusan, dan mekanisme pembagian hasil. (Ilustrasi)

Banyak petani berpikir bahwa koperasi dan UMKM hanya berbeda dari sisi ukuran. Padahal perbedaannya lebih mendasar dari itu.

Struktur Kepemilikan

Koperasi dimiliki bersama oleh seluruh anggotanya. Satu anggota memiliki satu hak suara, tidak peduli berapa besar simpanannya. Keputusan diambil melalui Rapat Anggota Tahunan. Tidak ada satu pihak yang bisa mendominasi kebijakan koperasi sendirian.

UMKM dimiliki oleh satu orang atau beberapa orang secara pribadi. Keuntungan sepenuhnya milik pemilik. Tidak ada mekanisme bagi hasil yang wajib. Tidak ada anggota lain yang bisa memengaruhi keputusan bisnis.

Tujuan Pendirian

Koperasi didirikan untuk mensejahterakan anggota. Menurut Kemenkop UKM, koperasi bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan modal yang mengutamakan keadilan dan tolong-menolong. Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagikan kepada anggota berdasarkan kontribusi mereka.

UMKM didirikan untuk menghasilkan keuntungan bagi pemilik. Tidak ada kewajiban membagikan hasil kepada pihak lain.

Dasar Hukum

Koperasi diatur oleh UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang menjamin hak dan kewajiban anggota secara hukum. UMKM diatur oleh UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yang lebih berfokus pada pembinaan usaha daripada struktur kelembagaan.

Aspek Koperasi UMKM
Kepemilikan Bersama oleh anggota Perorangan atau kelompok kecil
Pengambilan keputusan Rapat Anggota, satu anggota satu suara Pemilik usaha
Pembagian hasil SHU dibagi ke anggota Keuntungan ke pemilik
Dasar hukum UU No. 25 Tahun 1992 UU No. 20 Tahun 2008
Tujuan utama Kesejahteraan anggota Keuntungan pemilik

Dari Sisi Akses Modal: Mana yang Lebih Mudah?

akses modal petani melalui koperasi syariah vs pinjaman bank umkm
Akses modal adalah salah satu perbedaan paling nyata antara koperasi dan UMKM. Koperasi menyediakan pembiayaan internal bagi anggota; UMKM harus mengakses lembaga keuangan dari luar. (Ilustrasi)

Ini adalah pertanyaan pertama yang selalu muncul dari petani dan peternak yang baru mulai usaha.

Akses Modal di Koperasi

Anggota koperasi bisa mengakses pembiayaan dari koperasinya sendiri. Tidak perlu agunan besar. Tidak perlu melewati seleksi ketat perbankan. Koperasi yang mengenal anggotanya secara personal bisa menilai kelayakan dari rekam jejak keanggotaan, bukan hanya dari laporan keuangan.

Koperasi syariah menambah satu dimensi lagi. Pembiayaan menggunakan akad syariah seperti mudharabah (bagi hasil) atau murabahah (jual beli) yang bebas bunga. Petani tidak akan terjebak dalam cicilan berbunga tinggi yang menggerus keuntungan musiman.

Akses Modal Sebagai UMKM Mandiri

UMKM memiliki akses ke berbagai program pinjaman pemerintah seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat). Namun ini tetap pinjaman dari bank dengan bunga, bukan pembiayaan internal. Petani skala kecil yang tidak memiliki agunan atau riwayat kredit yang baik sering kesulitan mengakses program ini.

Selain itu, UMKM tidak punya mekanisme internal untuk saling menjamin antaranggota. Setiap usaha berdiri sendiri dalam menghadapi risiko pembiayaan.

Pelajari lebih jauh tentang bagaimana sistem pembiayaan koperasi bekerja di artikel koperasi syariah penjelasan lengkap.

Dari Sisi Akses Pasar: Mana yang Lebih Terjamin?

Petani yang menanam tebu atau beternak sapi perah menghadapi satu masalah yang sama. Ke mana hasil panen atau susu itu dijual? Dan siapa yang menentukan harganya?

Pasar Lewat Koperasi

Koperasi yang sudah membangun kemitraan dengan industri memiliki pasar yang sudah terjamin untuk anggotanya. Petani tidak perlu mencari pembeli sendiri. Koperasi yang sudah besar juga punya daya tawar yang lebih kuat dalam negosiasi harga.

KAN Jabung (Koperasi Agro Niaga Jabung), misalnya, sudah menjalin kemitraan dengan industri susu nasional seperti Frisian Flag, Ultrajaya, Cimory, dan PT Greenfields. Dari 1.619 peternak anggota aktif, susu yang dihasilkan 6.901 ekor sapi langsung terserap mitra industri tanpa peternak perlu bernegosiasi sendiri.

Pasar Sebagai UMKM Mandiri

UMKM mandiri harus membangun akses pasar sendiri. Untuk usaha pertanian skala kecil, ini artinya bergantung pada pengepul atau pasar tradisional dengan harga yang berfluktuasi. Tidak ada jaminan pembelian. Musim panen raya bisa berarti harga anjlok karena pasokan berlimpah.

Apa yang Membuat Koperasi Lebih Cocok untuk Petani Peternak?

petani dan peternak anggota koperasi KAN Jabung mendapat pendampingan teknis
Anggota koperasi mendapat lebih dari sekadar tempat menjual hasil panen. Mereka mendapat pendampingan teknis, akses pasar yang sudah terjalin, dan jaminan pembelian yang tidak ditemukan di luar koperasi. (Ilustrasi)

Dari pengalaman kami mendampingi peternak dan petani di Jawa Timur selama puluhan tahun, ada tiga hal yang membuat koperasi lebih cocok untuk usaha pertanian dan peternakan rakyat dibanding berdiri sendiri sebagai UMKM.

Pendampingan Teknis

Koperasi yang sehat tidak hanya menyediakan pasar. Ia mendampingi anggotanya untuk meningkatkan produktivitas. KAN Jabung menurunkan tim yang terdiri dari dokter hewan, inseminator bersertifikat, petugas PKB, dan penyuluh lapangan langsung ke kandang peternak anggota. Ini bukan layanan yang bisa dibeli sendiri oleh UMKM skala kecil.

Risiko Ditanggung Bersama

Ketika harga susu turun atau panen tebu gagal, petani dan peternak anggota koperasi tidak menanggungnya sendirian. Koperasi punya mekanisme untuk meredam risiko bersama. UMKM mandiri menanggung seluruh risiko sendirian.

Dimensi Spiritual yang Menguatkan

Koperasi syariah menambah lapisan nilai yang tidak ada di UMKM konvensional. Akad mudharabah, musyarakah, dan murabahah memastikan tidak ada unsur riba dalam setiap transaksi. Baca lebih lanjut tentang hikmah dan manfaat koperasi syariah untuk memahami dimensi ini lebih dalam.

Kapan UMKM Lebih Masuk Akal?

Bukan berarti UMKM tidak ada tempatnya. Ada situasi di mana mendaftar sebagai UMKM lebih tepat.

Pertama, jika jenis usahanya sangat spesifik dan tidak ada koperasi yang relevan di wilayah tersebut. Kedua, jika usaha sudah cukup besar dan punya akses pasar sendiri yang tidak perlu difasilitasi koperasi. Ketiga, untuk usaha pengolahan atau ritel yang sifatnya lebih individual dan tidak memerlukan sistem distribusi bersama.

Pelajari juga tentang koperasi konvensional vs koperasi syariah untuk memahami pilihan koperasi yang paling sesuai.

Apakah Bisa Sekaligus Jadi Anggota Koperasi dan Punya UMKM?

Bisa. Dan ini justru yang terjadi di banyak kasus.

Petani bisa menjadi anggota koperasi untuk distribusi produk utamanya, sekaligus mendaftarkan usaha sampingan seperti warung atau pengolahan sebagai UMKM. Keduanya tidak saling menghalangi secara hukum.

Yang penting dipahami adalah bahwa keanggotaan koperasi dan status UMKM memberikan manfaat yang berbeda. Koperasi memberikan ekosistem: pasar, modal, pendampingan, dan bagi hasil. Status UMKM memberikan akses ke program pemerintah seperti KUR, pelatihan Kemenkop UKM, dan sertifikasi produk UMKM.

Pelajari lebih jauh tentang berbagai jenis koperasi di artikel koperasi simpan pinjam dan koperasi serba usaha dan apa itu koperasi produsen.


FAQ Seputar Koperasi vs UMKM untuk Petani Peternak

Apa perbedaan utama koperasi dan UMKM untuk petani?

Perbedaan utamanya ada di struktur kepemilikan dan tujuan. Koperasi dimiliki bersama oleh anggota dengan mekanisme bagi hasil (SHU) dan bertujuan mensejahterakan anggota. UMKM dimiliki perorangan dan keuntungannya sepenuhnya milik pemilik. Untuk petani dan peternak rakyat, koperasi memberikan akses pasar, pendampingan teknis, dan pembiayaan internal yang tidak tersedia jika berdiri sendiri sebagai UMKM.

Apakah koperasi lebih menguntungkan dari UMKM untuk peternak sapi?

Untuk peternak sapi perah rakyat, koperasi hampir selalu lebih menguntungkan karena menyediakan jaminan pembelian susu, armada angkutan, TPS berpendingin, pendampingan dokter hewan dan inseminator, serta pembiayaan internal tanpa bunga. Semua ini tidak bisa diakses oleh peternak yang berdiri sendiri sebagai UMKM kecuali dengan biaya jauh lebih besar.

Bisakah petani sekaligus jadi anggota koperasi dan mendaftar UMKM?

Bisa. Keanggotaan koperasi dan status UMKM tidak saling bertentangan secara hukum. Petani bisa bergabung dengan koperasi untuk distribusi produk utama seperti susu atau tebu, sekaligus mendaftarkan usaha sampingan sebagai UMKM untuk mendapat akses program pemerintah seperti KUR dan pelatihan Kemenkop UKM.

Apa keunggulan koperasi syariah dibanding UMKM konvensional?

Koperasi syariah memberikan tiga keunggulan yang tidak ditemukan di UMKM konvensional. Secara ekonomi, pembiayaan bebas riba menggunakan akad mudharabah atau murabahah. Secara sosial, ada mekanisme zakat dan infak melalui Baitul Maal untuk anggota yang membutuhkan. Secara spiritual, setiap transaksi bernilai ibadah karena sesuai prinsip syariah.

Kapan UMKM lebih cocok dari koperasi untuk petani?

UMKM lebih cocok ketika usaha petani sudah cukup besar dan punya akses pasar sendiri, atau ketika tidak ada koperasi relevan di wilayah tersebut. UMKM juga lebih tepat untuk usaha pengolahan atau ritel yang sifatnya sangat individual. Namun untuk petani dan peternak rakyat skala kecil hingga menengah, koperasi hampir selalu lebih menguntungkan.

Bagaimana cara bergabung dengan koperasi sebagai petani atau peternak?

Untuk bergabung dengan KAN Jabung, petani dan peternak bisa menghubungi kantor KAN Jabung di Jl. Suropati 4-6 Kemantren, Jabung, Malang 65155 atau melalui email kanjabungsyariah@gmail.com. Tim KAN Jabung akan menjelaskan syarat keanggotaan, program yang tersedia, dan unit bisnis yang bisa diikuti sesuai jenis usaha.


Pilih Berdasarkan Tujuan, Bukan Sekadar Kemudahan Mendaftar

Koperasi dan UMKM bukan pilihan yang saling meniadakan. Keduanya punya peran masing-masing dalam ekosistem ekonomi petani dan peternak.

Tapi jika pertanyaannya adalah mana yang lebih menguntungkan untuk petani dan peternak rakyat yang masih berjuang sendiri membangun usaha, jawabannya hampir selalu koperasi. Bukan karena koperasi lebih mudah, melainkan karena koperasi memberikan ekosistem yang tidak bisa dibangun sendiri oleh satu petani atau satu peternak dalam waktu singkat.

KAN Jabung membuktikan itu selama lebih dari empat dekade. Dari 1.619 peternak anggota yang bergabung, mereka tidak hanya mendapat pasar untuk susu sapinya. Mereka mendapat akses ke JABFeed untuk pakan berkualitas, layanan dokter hewan, armada angkutan susu, produk JABMilk yang sudah bersertifikat BPOM dan Halal, hingga layanan keuangan syariah melalui BPRS Al Hijrah Thayibah dan BMT Al Hijrah.

Kalau Anda petani atau peternak di Jawa Timur yang ingin tahu lebih lanjut tentang keanggotaan, hubungi KAN Jabung di kanjabungsyariah@gmail.com.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Categories
Newsletter

Selengkapnya untuk berita terbaru!